news

Kepala Desa Tanjung Kemala Laporkan Salah Satu Akun Facebook ke Polres Oku Selatan

penulis: Admin | 20 May 2020 19:29 WIB
editor:


Kepala Desa Tanjung Kemala Laporkan Salah Satu Akun Facebook ke Polres Oku Selatan
Kepala Desa Tanjung Kemala Laporkan Salah Satu Akun Facebook ke Polres Oku Selatan

Oku Selatan,KejarFakta.co - Merasa dirugikan atas postingan dari salah satu akun Facebook, Helmi Purbaya selaku Kepala Desa Tanjung Kemala Kecamatan BPR Ranau Tengah OKU Selatan melaporkan Akun Facebook atas nama" GMPD Oku Selatan" ke Kepolisian Resort Oku Selatan. Selasa (19/5/20).

Dengan ditemani oleh keluarga serta didampingi Pimpinan Lembaga Aliansi Indonesia OKU Selatan Sutaryo, Helmi diterima oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Oku Selatan, dalam laporannya Helmi merasa dirugikan dengan mencemarkan nama baiknya, serta unsur fitnah dari akun Facebook tersebut.

Dalam postingan akun facebook atas nama Gmpd OKU Selatan tersebut, disebutkan bahwa Kepala Desa Tanjung Kemala memanipulasi data masyarakat, dalam pelaksanaan penyerahan bantuan pemerintah, serta dinilai bermain-main dalam penyalurannya.

Dijelaskan bahwa ada warga yang sudah terdaftar di program PKH dan Bantuan Non Tunai (BPNT), tetapi menerima juga BLT Dana Desa dan bantuan beras dari Pemda OKUS salah satunya warga AN,  Pungut.

Kedua akun palsu tersebut mengatakan Adik kandung dari Kepala Desa Zamroni, dan keluarga inti lainya yang dinilai mempunyai kemampuan Finansial, yang cukup mapan terdata sebagai penerima BLT Dana Desa.

Ketiga istri dari Kadus dusun 2 (dua) atas Nama Surnatak, yang juga sebagai penerima PKH juga terdata sebagai penerima Bansos covid-19.

Keempat Beberapa warga yang nama dan nomor KK nya, tercatat sebagai penerima bantuan Beras 10 Kg dari pemda, tapi kenyataanya tidak mendapatkan "hanya terdata"

Kelima Rata-Rata penerima BLT DD dan Bantuan sembako adalah Keluarga dan kerabat dekat dari Kades, tanpa memperhatikan status sosial dan mengabaikan standar kriteria warga penerima bantuan covid-19, yang ditetapkan pemerintah.

Kelima Banyak warga yang memenuhi kriteria " kehilangan pekerjaan dan mempunyai penyakit kronis menahun" hanya bisa gigit jari karena, tidak didata sebagai penerima satupun bansos covid-19, baik sembako, BLT DD dan program sembako murah.

Keenam Pembagian BLT dana desa pun tidak dilaksanakan dengan sistem door to door, sesuai yang diinstruksikan pemerintah melainkan dengan cara mengundang penerima BLT DD, di balai desa dan menciptakan kerumunan.

Helmi saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa Semua tuduhan yang ditulis oleh akun Facebook tersebut tidaklah benar,dan semua data penerima bantuan tersebut sudah benar dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Semua yang mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut sudah sesuai dengan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah, dan itu sudah melalui musyawarah kami ada dokumen dan bukti-buktinya. Saya selaku Kepala Desa Tanjung Kemala meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak lanjuti laporan saya, sampai pelakunya tertangkap karena ini sudah menyangkut dan mencatut baik nama Pribadi saya dan Nama Desa Tanjung Kemala," Jelas Helmi

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap,  melalui Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Kurniawi HB yang disampaikan oleh Penyidik Pembantu pidana khusus (Pidsus), Brigpol Agus Setyo Wawan, membenarkan atas laporan yang diterimanya terkait perkara Berita Hoaks, yang dituduhkan kepada Kepala Desa Tanjung kemala yang dilakukan oleh pemilik Akun Facebook bernama Gmpd OKU Selatan.

"Benar atas nama Helmi Purbaya jabatan Sebagai Kades Tanjung Kemala Kecamatan BPR Ranau Tengah OKU Selatan, telah melaporkan kasus tersebut,kami pihak kepolisian akan segera menindak lanjuti kasus tersebut dan melakukan penyelidikan serta penyidikan terhadap Seseorang yang memakai akun tersebut " ujar Agus

"Kasus ini sendiri bisa dikenakan Pasal 14 dan 15 UU 1/1946 lebih mudah dikenakan terhadap penyebar berita hoaks, dengan ancaman hukuman 10 Tahun penjara" ungkap Agus. (Imroni)

Tag : #Oku Selatan#Sumatera Selatan